Wednesday, May 28, 2014

Konser Hatsune Miku dan MIKUEXPO 2014 di Jakarta !







Menikmati wayang berbondong-bondong dan semalam suntuk sudah dilakukan orang indonesia sejak zaman dahulu. Sekarang mari kita bayangkan ketika ground budaya menikmati wayang secara tradisional (bayangkan wayang kulit) yang sudah dimiliki sejak dulu ini dilanjutkan ke era digital. Tentunya ini cuma analogi untuk menjembatani pemahaman mengenai perilaku para fans Indonesia di konser Hatsune Miku & MIKUEXPO, walaupun ketika berbicara dengan Bapak Itou Hiroyuki, Direktur Utama Perusahaan pengembang piranti lunak Hatsune Miku, Crypton Future Media kemarin (28/05/2014) ia kemudian juga merasakan hal yang sama ketika kami sama-sama mencari keyword "wayang kulit" di youtube.com.

Gagal paham apa itu Hatsune Miku? Mari kawan-kawan setanah air, kita coba bayangkan Miku+para fansnya kemarin sebagai: perpanjangan budaya lokal tanah air:  
Sinden+Lakon Wayang-nya hologram + Babad-nya Pop Culture + Gamelan-nya Rocker + Langgam-nya unggahan para P. Masih kurang? Dalang-nya Ya para fans juga.
(Saya tidak ragu cuma menggunakan analogi Jawa sebagai orang Sumatra, kenapa? toh kita ada di negara yang sama -red.)


Berikut seklumit cuplikan perilaku fans yang bisa kita amati kemarin (lini kala mundur):



 Antri sesaat sebelum memasuki ruang konser















Benda-benda yang dipamerkan di MIKU EXPO: Software Package & Action Figure

















Booth Game Card













 






Booth Tokyo Otaku Mode dan Ilustrasi para Fans :





Di dekat pintu masuk/ keluar :











 Sekitar Antrian Goods, korner cat kuku, dan korner piapro wall 
































 Antrian fans di luar gedung (sayangnya Sorak-sorai tiap ada itasha yang lewat tak terpotret, )