Friday, May 24, 2013

Hukum Rimba Budaya Idoling

















Idol dari Team B AKB 48, Minami Minegishi menggunduli rambutnya dengan alasan merasa bersalah tertangkap kamera keluar dari rumah Alan Shirahama dan dipublikasikan di media gosip Shunkan Bunshun. Video tentangnya diunggah di Youtube 2 Januari lalu.

http://www.youtube.com/watch?v=PomQ5CaEi1Y

Sangat memancing rasa penasaran, kenapa hal ini bisa terjadi.
Dalam Budaya Jepang, memotong rambut memiliki makna "melangkah ke hidup baru",
Namun sebuah media online, Japan Times Graphics menyerupakan penghancuran seksualitas ini seperti pada saat tentara perlawanan Perancis dulu (pada masa Perang Dunia 2) melakukan hal yang sama pada wanita yang dituduh tidur dengan tentara Nazi (dikenal dengan épuration sauvage, pembersihan dari keliaran). Kesalahan Minegishi padahal hanya "memiliki pacar", menurut media ini.

Jika berbicara mengenai dampaknya- berdampak ganda; mungkin positif bagi fans dan industrinya sendiri, tetapi apakah bisa dibilang positif pula bagi si idol?
Tanpa bermaksud menghakimi kebijakan internal sang produser Akimoto-P yang mengkhususkan keberadaan sosok idola hanya untuk melindungi impian para fans, sementara para idol ini harus bersedia"membuang" hak mereka untuk memiliki kekasih; hal ini memang terkesan melanggar hak azasi anak-anak remaja ini untuk hidup di luar dari dunia impian idoling.

Yang patut dicermati adalah, kehadiran para idol AKB 48 yang disimulasikan ke hadapan fans di luar pribadinya yang sebenarnya; Mereka terpaksa masuk ke dalam ranah yang tidak lagi mementingkan mana yang nyata-mana yang palsu, seperti yang dikatakan Jean Baudrillard dalam bukunya Simulacra and Simulation.

Apakah ini harga yang harus dibayar untuk popularitas/ uang saku berlimpah ?

Kutipan:
http://www.japantimes.co.jp/culture/2013/02/01/music/akb48-members-penance-shows-flaws-in-idol-culture/#.UaAJv9jwo1J